Puisi-puisi Soe Hok Gie. "Di sana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau dengan isteri-isterinya. Dua ratus meter dari Istana, aku bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga. Aku besertamu orang-orang malang…".
Pada 52 tahun lalu, tepatnya pada 16 Desember 1969, Gie meninggal dunia di kawasan puncak Gunung Semeru (3.676 mdpl), Jawa Timur. Gunung Semeru masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS. Beberapa sumber mengatakan Soe Hok Gie meninggal di gunung api tertinggi di Provinsi Jawa Timur karena menghirup gas beracun, tepat
Puisi adalah bentuk seni tulis yang mampu menggambarkan perasaan, pikiran, dan pengalaman manusia dengan kata-kata yang indah. Salah satu puisi yang menggugah hati dan memperlihatkan keindahan alam adalah "Mandalawangi Pangrango" karya Soe Hok Gie.Ia seorang aktivis Indonesia keturunan tionghoa yang turut andil dalam penurunan kekuasaan Orde Lama.
Sebuah buku dokumentasi catatan harian seorang intelektual muda Indonesia (bernama Soe Hok-Gie) yang ditulis ketika dia berumur 15-27 tahun (1957-1969), tepat pada sebuah era dimana bangsa Indonesia mengalami pergulatan politik dan sejarah yang paling gelap sekaligus paling mencekam dalam sejarah bangsa Indonesia.
Dan dari buku ini akhirnya saya paham kenapa Gie dianggap sebagai tokoh pejuang. Ternyata ia bukan sekedar mahasiswa tukang demo yang hobby nulis puisi dan terkenal karena mati muda. Gie lebih dari itu. Dan buku ini menggambarkan secara gamblang siapa Soe Hok Gie dan seperti apa pemikirannya yang patut kita kagumi.
Overall Meaning. The song "Gie" by Eross & Okta is inspired by the life and legacy of Soe Hok Gie, an Indonesian student, activist, and writer who played a significant role in the student movement during the 1960s. The lyrics of the song convey the idea of finding one's true self and fighting for justice in a challenging and uncertain world.
Soe Hok Gie mati muda. Menghembuskan napas terakhir di kawah Mahameru, Gunung Semeru akibat gas beracun. Ketika membaca bagian ini, aku terbayang salah satu kutipan Soe Hok Gie tentang kata-kata seorang filsuf Yunani, "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka
Soe Hok Gie. (Foto: Wikipedia) A A A. JAKARTA - Soe Hok Gie adalah seorang tokoh yang menjadi inpirasi pergerakan mahasiswa, yang kisahnya masih menjadi inspirasi bahkan beberapa dekade setelah kematiannya di usia 27 tahun pada 1969. Lahir di Kebon Jeruk, Jakarta, 17 Desember 1942, Soe Hok Gie dibesarkan di rumah kecil bersama orangtuanya.
Soe Hok Gie (17 Desember 1942-16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962-1969. Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin.
28 Kata Bijak Soe Hok Gie yang Menginspirasi Tentang Perjuangan. Liputan6.com, Jakarta Kata bijak Soe Hok Gie bersumber dari buku-buku dan perkataanya di masa lalu. Apalagi, setelah diangkatnya kisah Gie ke dalam film pada tahun 2005, membuat banyak orang mengenalnya dengan tokoh yang penuh dengan idealisme.
MreGFw.