Hal-hal tersebut tidak hanya berasal dari klien saja, tetapi juga dapat disebabkan oleh pola komunikasi yang salah yang dilakukan oleh perawat. Komunikasi yang tidak efektif juga dapat disebabkan kegagalan pada proses komunikasi itu sendiri. Kegagalan itu dapat terjadi pada saat pengiriman pesan, penerimaan pesan, serta pada kejelasan pesan
31.4.4 Faktor Psikologis. Pilihan pembelian seseorang juga duipengaruhi oleh faktor psikologis yang utama, yaitu motivasi, persepsi, proses belajar, serta kepercayaan dan sikap. a) Motivasi. Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Kebutuhan akan menjadi motif jika ia didorong hingga mencapai level intensitas yang memadai.
Secaraumum terdapat tujuh factor komunikasi, yang dikenal dengan sebutan "the seven e's communication", yaitu: 1. Credibility (kepercayaan) Proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh faktor kepercayaan. Dalam hal ini komunikasi terjadi karena antara komunikator dengan komunikan saling mempercayai dan saling memerlukan.
BacaJuga: Jelaskan Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia. Diskusi, Pertanyaan dan Jawaban. Keragaman suku bangsa di indonesia dipengaruhi oleh.. Jawaban: Keragaman suku bangsa di Indonesia di pengaruhi oleh: 1. Letak strategis wilayah Indonesia 2. Kondisi negara kepulauan 3. Transportasi dan komunikasi. 4.
Kecepatanproses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut : Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan. 1. Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu. 2. Kehadiran pemencar benih. 3. Iklim, terutama arah dan kecepatan angina yang membantu penyebaran biji, sporam dan benih serta curah hujan. 4.
Faktorfaktor lain yang Memengaruhi Komunikasi • Kepercayaan diri Kepercayaan diri masing-masing komunikator dan komunikan dalam komunikasi dapat menstimulasi keberanian untuk menyampaikan pendapat sehingga komunikasi efektif. Faktor-faktor lain yang Memengaruhi Komunikasi • Jarak personal Jarak komunikasi yang nyaman untuk terjalinnya
Faktoryang Memengaruhi Proses Pembelian Online Sedangkan, faktor-faktor yang memengaruhi kon-sumen dalam melakukan pembelian melalui aplikasi tranportasi online dipengaruhi oleh 3 faktor (Dewi, Suthanaya, dan Sujadi (2019): 1. Faktor sosial, merupakan faktor yang berasal dari luar individu. Biasanya faktor ini berasal dari
21.3 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Menurut Mangkunegara 2004:148 ada dua tinjauan faktor yang mempengaruhi komunikasi, yaitu faktor dari pihak disebut pula komunikator, dan faktor dari pihak komunikan. 1. Faktor dari pihak komunikator, yaitu keterampilan, sikap, pengetahuan komunikator, media saluran yang digunakan a.
5Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Proses komunikasi dipengaruhi oleh. 5 faktor yang mempengaruhi komunikasi proses. School Kennesaw State University; Course Title COM MISC; Uploaded By confidenceaa. Pages 29 This preview shows page 5 - 7 out of 29 pages.
kepercayaan Apalagi pihak-pihak yang terlibat belum tentu bisa bertatap muka secara langsung. Faktor kepecayaan ini sangat sulit dibangun, tetapi sangat mudah sekali untuk dirusak. Oleh karena itu dibutuhkan tiga faktor utama dalam rangka membangun dan mempertahankan trust, yaitu kepuasaan pelanggan, reputasi dan itikad baik
Jakbs. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri atau komunikasi satu orang saja, seperti berbicara kepada diri sendiri, memberikan makna intelektual dan emosional kepada lingkungan, memikirkan suatu masalah, mempertimbangkan sampai mengambil keputusan, dan lain-lain. Semua komunikasi sampai pada batas tertentu merupakan komunikasi intrapersonal, yaitu setiap komunikasi yang selalu menjadi objek bagi penafsiran kita intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Dalam Proses Komunikasi intrapersonal, seorang komunikator melakukan pengolahan informasi yang ia peroleh, hingga menjadi pesan yang ia pahami dan diberikan definisi dan pengertian komunikasi intrapersonal dari beberapa sumber buku Menurut Effendi 1993, komunikasi intrapersonal adalah proses di mana individu menciptakan pengertian, yakni komunikasi yang berlangsung dalam diri, meliputi kegiatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna intelektual dan emosional kepada lingkungan. Menurut Huda 2013, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang saja atau terjadi dalam individu, seperti halnya ketika sedang menghayal, seolah-olah kita sedang berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Menurut Blake dan Haroldsen 2005, komunikasi intrapersonal adalah peristiwa komunikasi yang terjadi dalam diri pribadi seseorang. Semua komunikasi sampai pada batas tertentu merupakan komunikasi intrapersonal, yaitu arti yang terdapat dalam setiap komunikasi selalu menjadi objek bagi penafsiran kita sendiri. Menurut Notoatmodjo 2005, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri atau saat seseorang sedang memikirkan suatu massalah. Komunikasi ini juga bisa terjadi saat seseorang melakukan pertimbangan sebelum mengambil dan Tahapan Komunikasi Intrapersonal Menurut Rakhmat 2009, proses komunikasi intrapersonal melalui empat tahapan, yaitu; sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Adapun penjelasan dari tahapan-tahapan komunikasi intrapersonal adalah sebagai berikuta. Sensasi Tahap pertama dalam penerimaan informasi ialah sensasi. Sensasi berasal dari kata sense, artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi adalah kemampuan yang memiliki manusia untuk menyerap segala hal yang diinformasikan oleh pancaindra. Informasi yang diserap oleh pancaindra disebut stimulus yang kemudian melahirkan proses sensasi. Dengan demikian sensasi adalah menangkap merupakan pengalaman elementer segera yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis atau konseptual, dan terutama berhubungan dengan kegiatan alat indra. Apa saja yang menyentuh alat indra, dari dalam atau dari luar disebut stimuli. Stimuli yang diterima oleh alat indra diubah menjadi energi syaraf untuk disampaikan ke otak melalui proses transduksi. Stimuli harus cukup kuat agar dapat diterima oleh alat sensasi juga dipengaruhi oleh oleh faktor-faktor personal. Misalnya, masakan padang yang dirasa pedas bagi orang Jawa, ternyata dirasa biasa-biasa saja bagi orang Sumatra Barat. Perbedaan sensasi, dengan begitu dapat disebabkan oleh perbedaan pengalaman atau lingkungan budaya, di samping kapasitas alat indra yang berbeda. Perbedaan kapasitas alat indra menyebabkan perbedaan seseorang ketika memilih mendengarkan musik atau memutar audio. Yang jelas, sensasi mempengaruhi Persepsi Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi sensory stimuli. Hubungan sensasi dengan persepsi adalah sensasi merupakan bagian dari persepsi. Persepsi dipengaruhi oleh sensasi yang merupakan hasil serapan panca indra, persepsi juga dipengaruhi oleh perhatian attention, harapan expectation, motivasi dan sensasi, persepsi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi persepsi yaitu perhatian. Perhatian adalah proses mental ketika stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi apabila kita konsen terhadap salah satu indra dan mengesampingkan stimuli dari indra yang yang kita tujukan terhadap sesuatu dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal penarik perhatian adalah sebagai berikut Gerakan. Manusia secara virtual tertarik pada objek-objek yang bergerak. Misalnya, wallpaper atau screensaver yang bergerak seperti animasi dalam smartphone akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang tidak bergerak. Seperti juga iklan ditelevisi lebih terlihat menarik dari iklan koran karena terlihat lebih hidup. Intensitas stimuli. Kita akan memperhatikan stimuli yang lebih menonjol dari stimuli yang lain. Sesuatu yang berbeda dari yang lain akan merebut perhatian orang. Misalnya suara keras di perpustakaan, warna kuning pada latar belakang hitam, diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan, atau poster yang berjejeran di tembok pinggir jalan. Kebaruan Novelty. Hal-hal yang baru dan luar biasa akan mampu menarik perhatian. Beberapa eksperimen membuktikan bahwa stimuli yang luar biasa lebih mudah dipelajari dan diingat. Misalnya film dan novel baru yang sering diburu, smartphone atau kendaraan dengan teknologi baru, dan lain sebagainya. Tanpa hal yang baru, stimuli menjadi monoton, membosankan, dan lepas dari perhatian. Perulangan. Hal-hal yang disajikan berulang kali, bila disertai dengan variasi akan menarik perhatian. Perulangan juga mengandung unsur sugesti yakni mempengaruhi alam bawah sadar kita. Yang paling sering kita lihat sebagai contoh perulangan adalah iklan. Produk yang sama namun diiklankan berulang-ulang. Terkadang diberi variasi, untuk iklan selanjutnya namun masih dengan produk yang sama. Politisi juga sering melakukan perulangan untuk slogan-slogan yang menggambarkan dirinya agar menarik perhatian internal perhatian terbagi menjadi faktor biologis dan sosiopsikologis. Adapun penjelasan dari faktor tersebut adalah sebagai berikut Faktor Bilologis. Hal-hal yang sifatnya biologis mempengaruhi perhatian kita. Misalnya ketika seseorang lapar, maka yang menarik perhatiannya adalah makanan. Hal ini berangkat dari dalam diri seseorang, dari apa yang dirasakan, sehingga mampu mempengaruhinya. Faktor Sosiopsikologis. Seperti motif, sikap, kebiasaan, dan kemauan. Dalam perjalanan naik gunung misalnya, seorang ahli geolog akan memperhatikan batuan, ahli botani akan memperhatikan bunga-bungaan, dan ahli zoologi akan memperhatikan Memori Dalam komunikasi intrapersonal, memori memegang peranan penting dalam mempengaruhi baik persepsi dengan menyediakan kerangka rujukan maupun berpikir. Memori adalah sistem yang sangat terstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Setiap stimuli datang, stimuli itu direkam sadar atau tidak. Kapasitas memori manusia diciptakan sangat besar namun hanya sedikit orang yang mampu menggunakan memorinya sepenuhnya, bahkan Einstein yang tercatat manusia paling genius baru mengoperasikan 15% dari yang sudah tersimpan dalam memori akan mempengaruhi pemaknaan/persepsi seseorang terhadap sesuatu di waktu yang lain. Begitu pun dalam berpikir, untuk memutuskan/memerintahkan sesuatu, seseorang akan membuka memorinya untuk mengetahui apa yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan sesuatu, atau siapa yang perlu diperintah untuk melakukan sesuatu tersebut. Sehingga memori memiliki peranan penting bagi individu dalam menentukan persepsi dan kerja memori melewati tiga proses, yaitu perekaman, penyimpanan dan pemanggilan. Perekaman encoding adalah pencatatan informasi melalui reseptor indra dan sirkit syaraf internal. Penyimpanan storage adalah menentukan berapa lama informasi itu berada beserta kita, dalam bentuk apa dan dimana. Penyimpanan bisa aktif dan pasif. Penyimpanan aktif terjadi apabila kita menambah informasi. Pemanggilan retrieval, adalah mengingat lagi atau menggunakan informasi yang Berpikir Berpikir merupakan manipulasi atau organisasi unsur-unsur lingkungan dengan menggunakan lambang-lambang sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak. Dalam berpikir kita akan melibatkan semua proses yang kita sebut di atas yaitu, sensasi, berpikir, dan memori. Saat berpikir maka memerlukan penggunaan lambang, visual atau grafis. Berpikir dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan, memecahkan persoalan, dan menghasilkan yang garis besar, terdapat dua macam berpikir berpikir autistik dan berpikir realistis. Berpikir autistik contohnya melamun, mengkhayal, dan berfantasi. Sedangkan berpikir realistis disebut juga berpikir nalar ialah berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Berpikir realistis terbagi dalam tiga jenis, yaitu; deduktif, induktif, dan deduktif ialah mengambil kesimpulan dari dua pernyataan yang dimulai dengan pernyataan umum. Sebaliknya, berpikir induktif ialah mengambil kesimpulan dari hal-hal yang khusus dan kemudian mengambil kesimpulan umum atau generalisasi. Sedangkan berpikir evaluatif ialah berpikir kritis, menilai baik-buruknya sesuatu. Dalam berpikir evaluatif kita tidak menambah atau mengurangi sesuatu/gagasan, namun menilainya menurut kriteria yang Mempengaruhi Komunikasi Intrapersonal Menurut Potter dan Perry 1997, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi intrapersonal seseorang, antara lain yaituPerkembangan. Tingkat perkembangan dalam berbicara bervariasi dan hal ini berhubungan erat dengan perkembangan anak. Orang tua memberikan pengaruh penting terhadap kemampuan anak untuk berkomunikasi. Perkembangan pada individu menentukan jenis komunikasi apa yang akan dipilih. Nilai. Nilai dapat mempengaruhi interpretasi pesan dan juga bagaimana individu menginterpretasikan ide yang datang dari orang lain. Jika nilai yang dimilik seseorang berbeda dan tidak ada penyesuaian antar individu kemungkinan akan terjadi konflik saat melakukan komunikasi. Emosi. Emosi dapat membuat seseorang salah menginterpretasikan pesan yang diterima. Jika emosi mempengaruhi komunikasi dimaknai sebagai perasaan subjektif seseorang dan mempengaruhi individu bagaimana berinteraksi dengan seseorang. Jika pada seseorang yang berkomunikasi tidak terkontrol emosinya maka akan terjadi perdebatan karena emosi yang muncul. Latar belakang sosiokultural. Budaya adalah hasil dari mempelajari cara berbuat, berpikir, dan merasakan. Pengaruh kebudayaan menetapkan batas bagaimana seseorang bertindak dan berkomunikasi, dalam hal ini komunikator harus bisa menyesuaikan dengan kebudayaan komunikan agar komunikasi yang berjalan menjadi efektif. Gender. Pria dan wanita memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda. Anak perempuan biasanya perkembangan pusat komunikasi di otaknya lebih bagus dari pada laki-laki. Pengetahuan. Penggunaan bahasa yang umum sangat tepat digunakan jika pengirim dan penerima pesan memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda. Pesan akan menjadi tidak jelas jika kata yang digunakan tidak dikenal penerima. Karena pemakaian bahasa yang lazim menjadi faktor yang sangat membantu dalam berkomunikasi untuk menjembatani perbedaan yang terjadi. Lingkungan. Seseorang dapat berkomunikasi lebih baik dalam lingkungan yang nyaman. Kurangnya kebebasan seseorang bisa mengakibatkan kebingungan, ketegangan. Gangguan lingkungan juga bisa mengganggu pesan yang dikirim. Lingkungan yang nyaman sangat membantu dalam proses komunikasi, karena inilah lingkungan menjadi faktor yang berpengaruh dalam PustakaEffendi, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi. Bandung Citra Aditya Muhammad Nurul. 2013. Komunikasi Pendidikan Teori dan Aplikasi Komunikasi dalam Pembelajaran. Tulungang STAIN dan Haroldsen, 2005. Taksonomi Konsep Komunikasi. Surabaya S. 2005. Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan. Jakarta Rineka Jalaluddin. 2009. Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung Remaja A., dan Perry, 2007. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta EGC.